Manfaat Memelihara Kucing bagi Kesehatan Mental dan Emosional

Senin, 23 Februari 2026 | 09:30:21 WIB
Manfaat Memelihara Kucing bagi Kesehatan Mental dan Emosional

JAKARTA - Memelihara kucing sering kali dipandang sebatas hobi atau cara mengisi waktu luang. 

Padahal, berbagai penelitian menunjukkan bahwa kehadiran kucing di rumah berkaitan dengan manfaat kesehatan yang nyata, baik secara fisik maupun mental. Interaksi sederhana seperti mengelus, bermain, hingga merawat kucing ternyata memberi dampak pada kondisi tubuh manusia.

Sejumlah studi ilmiah menyebutkan bahwa keberadaan hewan peliharaan, termasuk kucing, dapat memengaruhi tekanan darah, suasana hati, hingga respons stres. Bahkan, anak-anak yang tumbuh bersama hewan peliharaan disebut memiliki keuntungan tersendiri dalam perkembangan kesehatan mereka.

Berangkat dari temuan tersebut, memelihara kucing kini tak hanya dianggap sebagai bentuk kesenangan pribadi, tetapi juga bagian dari gaya hidup sehat. Berikut tujuh manfaat pelihara kucing di rumah yang telah dibuktikan melalui penelitian ilmiah.

Menurunkan Tekanan Darah dan Risiko Penyakit Jantung

Salah satu manfaat yang banyak diteliti adalah pengaruh kepemilikan hewan peliharaan terhadap tekanan darah. 

Hasil penelitian di Australia yang melibatkan 5741 subjek menemukan bahwa pemilik hewan peliharaan cenderung memiliki tekanan darah yang lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki hewan peliharaan dengan profil sosioekonomi dan indeks massa tubuh yang sama.

Selain itu, memelihara kucing juga dapat menurunkan risiko penyakit jantung. Studi yang dilakukan oleh Pusat Penelitian Universitas Minnesota, Amerika Serikat, menemukan bahwa orang-orang yang tidak memelihara kucing memiliki risiko meninggal dunia terkena penyakit jantung sekitar 30-40% dibandingkan orang yang memelihara kucing.

Studi ini melakukan pengamatan selama satu dekade dengan sampel pengamatan sebanyak 4.435 orang. Temuan tersebut memperkuat dugaan bahwa kedekatan dengan kucing bisa berkontribusi terhadap kesehatan kardiovaskular.

Mengurangi Stres dan Meningkatkan Kesehatan Mental

Kucing dikenal sebagai hewan yang responsif terhadap sentuhan. Menyentuh atau memeluk kucing bisa merangsang pelepasan endorfin, hormon alami yang mengurangi sensasi nyeri dan meningkatkan suasana hati. 

Selain itu, merawat kucing dan bermain dengannya dapat memberikan kesempatan untuk aktivitas fisik, yang dapat meningkatkan tingkat energi dan membantu mengurangi gejala fisik stres.

Berinteraksi dengan hewan peliharaan, termasuk kucing, juga bisa memicu pelepasan hormon oksitosin dalam tubuh manusia. Hormon oksitosin sering disebut sebagai hormon cinta dan koneksi sosial.

Riset mengungkapkan bahwa saat seseorang berinteraksi dengan kucing, terjadi peningkatan kadar oksitosin dalam darah. Ini dapat berkontribusi pada peningkatan perasaan relaksasi dan kebahagiaan.

Penelitian yang dilakukan oleh Allen et al. (2020) menunjukkan bahwa bermain dengan kucing selama sesi terapi dapat mengurangi tingkat kortisol dan hormon stres dalam tubuh manusia.

Para partisipan yang berinteraksi dengan kucing mengalami penurunan signifikan dalam tingkat kecemasan dan merasa lebih rileks. Hal ini menunjukkan bahwa keberadaan kucing dapat membantu menurunkan respons stres dan mengurangi tekanan psikologis yang dirasakan.

Membantu Anak Penderita Autisme

Manfaat pelihara kucing juga dirasakan dalam konteks perkembangan anak, termasuk anak dengan kebutuhan khusus. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh University of Missouri, Amerika Serikat, menunjukkan interaksi sosial anak penderita autisme mengalami peningkatan signifikan ketika mereka dikelilingi oleh hewan peliharaan.

Hampir setengah dari jumlah keluarga yang diteliti memiliki kucing sebagai hewan peliharaan. Orang tua dalam keluarga-keluarga tersebut melaporkan adanya ikatan emosional yang kuat antara mereka dan anak-anak mereka.

Kehadiran kucing dinilai mampu menjadi jembatan interaksi sosial, memberikan rasa aman, serta membantu anak mengekspresikan emosi dengan lebih nyaman.

Membantu Meredakan Nyeri Tulang, Sendi, dan Otot

Kucing sering kali mengeluarkan suara seperti mendengkur atau sering disebut purring. Suara dengkuran ini memiliki kemampuan penyembuhan bagi nyeri tulang dan otot manusia. Ini terkait dengan frekuensi getaran dengkuran kucing yang berada pada kisaran 20-140 hz.

Rentang frekuensi tersebut diyakini memiliki efek terapeutik tertentu. Meski penelitian di bidang ini masih terus berkembang, temuan awal menunjukkan adanya hubungan antara getaran purring dengan proses pemulihan jaringan tubuh.

Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Selain manfaat bagi orang dewasa, anak-anak juga disebut dapat memperoleh manfaat kesehatan dari kedekatan dengan hewan peliharaan. Paparan sejak usia dini bahkan diyakini mampu membantu pembentukan sistem kekebalan tubuh yang lebih baik.

Memelihara kucing bisa membantu melindungi anak-anak dari risiko sejumlah penyakit, seperti infeksi, alergi, dan gangguan pernapasan.

Penelitian terhadap anjing dan kucing menunjukkan bahwa anak-anak yang berinteraksi dengan kedua hewan peliharaan ini sejak usia dini memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih kuat, terutama dalam menghadapi gangguan pernapasan.

Paparan mikroorganisme dalam lingkungan yang terkontrol diduga membantu tubuh anak belajar mengenali dan melawan berbagai patogen secara lebih efektif.

Berbagai temuan ilmiah tersebut menunjukkan bahwa pelihara kucing di rumah bukan sekadar aktivitas menyenangkan, tetapi juga dapat memberikan dampak kesehatan yang nyata. 

Mulai dari menurunkan tekanan darah, mengurangi stres, hingga membantu memperkuat sistem imun, manfaatnya mencakup berbagai aspek kehidupan.

Meski demikian, memelihara kucing tetap memerlukan tanggung jawab. Perawatan yang baik, kebersihan lingkungan, serta perhatian terhadap kesehatan hewan menjadi faktor penting agar manfaat yang diperoleh benar-benar optimal.

Terkini