JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pagi ini Selasa, 24 Februari 2026, dibuka di zona hijau dengan posisi 8.428,050.
Meski penguatan terlihat, dinamika pasar tetap dipengaruhi sentimen global dan risiko kebijakan tarif AS yang belum sepenuhnya hilang.
Data RTI hingga pukul 09.25 WIB mencatat IHSG menguat 9,818 poin atau 0,12 persen ke level 8.405,901, dengan level tertinggi 8.437,089 dan terendah 8.393,636. Sebanyak 227 saham emiten menguat, 317 saham melemah, dan 176 stagnan.
Total transaksi pagi ini mencapai Rp3,719 triliun, dengan volume perdagangan 8,135 miliar saham dan kapitalisasi pasar sebesar Rp15.173,251 triliun.
Meski dibuka positif, analis menilai penguatan IHSG bersifat terbatas karena investor masih berhati-hati menghadapi perkembangan global, termasuk kebijakan perdagangan dan fluktuasi komoditas.
Faktor Penguatan IHSG Pagi Ini
Menurut riset harian Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI), penguatan IHSG ditopang oleh pembelian saham berkapitalisasi besar dan sentimen positif dari pasar global. Keputusan Mahkamah Agung AS membatalkan kebijakan tarif Trump memberi dorongan optimisme sementara bagi investor.
Di sektor komoditas, harga minyak sempat menurun seiring meredanya ketegangan AS–Iran dan berkurangnya risiko gangguan pasokan. Namun, harga emas justru naik karena meningkatnya permintaan aset safe-haven akibat ketidakpastian geopolitik, khususnya di Timur Tengah.
Harga tembaga mengalami tekanan setelah kenaikan tarif baru AS menimbulkan kekhawatiran terhadap pertumbuhan global, sehingga menekan prospek permintaan logam industri. Hal ini membuat IHSG bergerak terbatas meski berada di zona hijau.
Sektor yang Mendukung Kinerja IHSG
Beberapa sektor terlihat memberi kontribusi positif pada penguatan IHSG pagi ini. Saham-saham berkapitalisasi besar tetap menjadi magnet utama investor. Selain itu, sektor komoditas, khususnya energi, memberikan dampak tersendiri pada sentimen pasar.
Meski minyak menurun, saham energi tetap diminati karena stabilitas produksi dan permintaan domestik yang relatif kuat.
Sementara itu, saham perbankan dan konsumer juga menjadi tumpuan investor dalam mencetak keuntungan jangka pendek, mengingat keputusan Bank Indonesia menahan suku bunga dan laporan pertumbuhan uang beredar (M2) yang positif.
Analis KISI menekankan, investor harus selektif dalam memilih saham karena potensi penguatan IHSG masih dibayangi risiko global. Harga komoditas yang fluktuatif dan ketegangan perdagangan internasional dapat membatasi momentum kenaikan.
Perkiraan Rentang Perdagangan IHSG
Mengacu pada riset KISI, IHSG hari ini berpotensi bergerak terbatas di rentang 8.270–8.455. Rentang ini mencerminkan kehati-hatian investor terhadap risiko global dan dampak kebijakan domestik.
Investor disarankan tetap memperhatikan pergerakan saham blue-chip yang memberikan stabilitas portofolio. Sementara itu, saham sektor industri dan logam harus dipantau secara seksama karena terpengaruh oleh harga komoditas global.
Dengan kondisi ini, IHSG dapat mencatat penguatan moderat, namun aksi ambil untung (profit taking) mungkin muncul ketika level 8.450 mendekat. Volatilitas tetap menjadi faktor penting, sehingga strategi trading harian perlu disesuaikan dengan kondisi pasar.
Strategi Investor Menghadapi IHSG Zona Hijau
Meski IHSG dibuka di zona hijau, investor dianjurkan tetap waspada. Diversifikasi portofolio menjadi salah satu strategi untuk menghadapi ketidakpastian pasar global. Saham dengan fundamental kuat, terutama yang terpengaruh oleh sentimen lokal, memiliki potensi stabil lebih tinggi.
Selain itu, investor jangka pendek bisa memanfaatkan pergerakan saham harian untuk trading terbatas, sedangkan investor jangka panjang sebaiknya fokus pada saham dengan kinerja solid dan prospek pertumbuhan stabil.
Analisis fundamental dan teknikal sebaiknya dipadukan, mengingat fluktuasi harga komoditas dan kebijakan AS bisa mempengaruhi IHSG secara signifikan.
Keputusan BI untuk mempertahankan suku bunga memberikan sedikit perlindungan bagi investor domestik, namun tetap memerlukan kewaspadaan terhadap volatilitas pasar internasional.