Tempat Ngabuburit Terpopuler di Jogja

10 Tempat Ngabuburit Terpopuler di Jogja untuk Berburu Takjil Ramadan 2026

10 Tempat Ngabuburit Terpopuler di Jogja untuk Berburu Takjil Ramadan 2026
10 Tempat Ngabuburit Terpopuler di Jogja untuk Berburu Takjil Ramadan 2026

JAKARTA - Ramadan selalu menghadirkan nuansa sore yang khas di Yogyakarta. 

Menjelang azan Magrib, warga dan wisatawan ramai memadati pusat-pusat kuliner untuk berburu takjil sambil menunggu waktu berbuka. Tradisi ngabuburit bukan sekadar kegiatan mengisi waktu, tetapi juga bagian dari denyut ekonomi musiman yang menghidupkan pedagang lokal hingga event organizer. 

Fenomena ini terlihat dari meningkatnya jumlah pengunjung di titik-titik tertentu setiap tahunnya karena lengkap, terjangkau, dan menyuguhkan atmosfer khas Ramadan.

Setiap sudut kota menawarkan pengalaman ngabuburit berbeda. Dari pasar Ramadan legendaris hingga festival kuliner modern, pengunjung dapat menemukan ratusan menu berbuka puasa dalam satu kawasan. 

Mulai dari kolak, es buah, gorengan, makanan berat, hingga jajanan kekinian, semuanya hadir untuk memanjakan lidah. Lonjakan pengunjung biasanya mulai terasa sejak pukul 16.00 WIB dan memuncak menjelang waktu berbuka.

Bagi yang ingin menikmati ngabuburit dengan nyaman dan tetap memperoleh pilihan takjil lengkap, penting untuk mengetahui lokasi-lokasi strategis. Berikut 10 rekomendasi tempat ngabuburit di Jogja tahun 2026 yang menjadi favorit warga dan wisatawan:

1. Pasar Ramadhan Kelurahan Warungboto

Pasar ini selalu ramai karena lokasinya strategis di kawasan permukiman padat, mudah diakses dengan motor maupun mobil. Sejak pukul 15.30 WIB, pedagang mulai membuka lapak dengan berbagai takjil seperti kolak, es buah, gorengan, hingga lauk siap santap. 

Kepadatan meningkat setelah pukul 16.30 WIB, sehingga datang lebih awal disarankan agar pilihan menu lengkap dan antrean tidak panjang.

2. Lembah UGM

Area luas ini memungkinkan pengunjung duduk santai sambil menunggu waktu berbuka. Pedagang musiman menjajakan es buah, gorengan, dimsum, dan makanan berat yang praktis dibawa pulang. Kepadatan meningkat pada akhir pekan karena mahasiswa dan keluarga memanfaatkan lokasi ini untuk menikmati udara sore sebelum azan Magrib.

3. Taman Pelangi Monjali

Taman Pelangi Monjali menawarkan ruang terbuka yang nyaman untuk berjalan santai. Pedagang takjil dadakan hadir sejak sore hari dengan minuman segar, jajanan tradisional, hingga makanan cepat saji favorit anak muda. Untuk pengalaman lebih lengang, pengunjung disarankan datang sebelum pukul 16.30 WIB.

4. Pasar Ramadhan Jogokaryan 2026

Kampoeng Ramadhan Jogokaryan kembali digelar di sekitar Masjid Jogokariyan. Ratusan tenant kuliner menghadirkan makanan khas daerah, minuman segar, hingga hidangan berat siap santap. Menjelang Magrib, pengunjung bisa mencapai ribuan orang, sehingga datang lebih awal menjadi strategi tepat.

5. Pasar Sore Ramadan Kauman

Berlokasi di pusat wisata religi, pasar ini menawarkan takjil khas Jogja seperti jajanan tradisional dan makanan rumahan yang langka di luar Ramadan. 

Suasana sore berpadu dengan latar bangunan bersejarah menciptakan pengalaman ngabuburit berbeda, ideal bagi keluarga untuk berjalan santai sambil berburu makanan.

6. Pasar Sore Ramadan Jalur Gaza di Nitikan

Destinasi ini populer karena harga takjil relatif terjangkau dengan menu beragam. Pedagang mengisi sisi jalan dengan gorengan, minuman dingin, makanan berat, serta camilan khas Ramadan. 

Keramaian memuncak antara pukul 16.30 hingga 17.45 WIB. Pengunjung dianjurkan mencari parkir lebih awal dan memperhatikan arus lalu lintas.

7. Ramadan Fest GIK-Swaragama 2026

Event ini memadukan kuliner, hiburan, dan aktivitas komunitas. Selain makanan dan minuman, pengunjung bisa menikmati musik, talkshow, dan kegiatan interaktif yang membuat menunggu berbuka terasa lebih singkat. Acara berlangsung dari sore hingga malam hari, cocok bagi mereka yang ingin tetap aktif setelah berbuka.

8. Kawasan Malioboro

Malioboro tetap menjadi magnet ngabuburit karena akses mudah dan fasilitas lengkap. Pedagang musiman menjual takjil sepanjang area, memungkinkan pengunjung berjalan kaki sambil memilih menu berbuka sesuai selera. 

Kepadatan meningkat menjelang Magrib, terutama akhir pekan, sehingga perencanaan waktu kunjungan penting agar nyaman.

9. Alun-Alun Kidul

Alun-Alun Kidul menawarkan ruang terbuka luas untuk ngabuburit bersama keluarga atau teman. Pedagang menjajakan minuman segar, camilan, hingga makanan berat. Keramaian memuncak menjelang Magrib, cocok untuk berbuka di tempat sekaligus menikmati suasana sore yang santai.

10. Titik Nol Kilometer Jogja

Titik Nol Kilometer menjadi lokasi favorit karena berada di pusat kota dan dikelilingi bangunan ikonik. Pedagang kaki lima dan musiman menawarkan es buah, gorengan, dan makanan cepat saji. 

Kepadatan terlihat sejak sore hingga malam, terutama akhir pekan dan musim liburan, sehingga datang lebih awal dianjurkan untuk menghindari kerumunan.

Dengan mengetahui lokasi-lokasi ini, pengalaman ngabuburit menjadi lebih nyaman dan menyenangkan. Pengunjung bisa menikmati beragam takjil, merasakan atmosfer Ramadan, dan tetap memperoleh kenyamanan saat memilih menu berbuka. 

Tradisi ngabuburit di Jogja bukan hanya mengisi waktu, tetapi juga menumbuhkan interaksi sosial, mendukung pedagang lokal, dan menjaga semarak Ramadan tetap hidup.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index